Home » game » free fire » Siapa Pencipta dan Pembuat Game Free Fire?

Siapa Pencipta dan Pembuat Game Free Fire?

Free Fire (FF) adalah salah satu game berjenis Battle Royale yang beberapa tahun ini termasuk game paling populer termasuk di Indonesia. Bahkan di tahun 2019 menjadi salah satu game terbaik. Penasaran siapa pencipta dan pembuat game Free Fire?

Game Free Fire diterbitkan oleh Garena (publisher Free Fire di Indonesia) pada tanggal 11 Agustus 2017. Alpha Test Free Fire dirilis untuk dimainkan oleh beberapa pemain pada tanggal 27 September 2017, agar developer bisa mendapatkan feedback dan impresi.

Seri Closed Beta di rilis di 6 negara yaitu Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, Vietnam dan Thailand. Setelah tahap ini launched, Garena baru meluncurkan game Free Fire pada tanggal 15 Januari 2018.

Siapa yang Membuat Game Free Fire

siapa yang menciptakan game free fire
Forrest Li

1. Pembuat Game Free Fire

Free Fire diciptakan oleh 111 dots Studio di Vietnam dan dirilis oleh Garena yang merupakan perusahaan asal Singapura. Garena digawangi oleh Forrest Li sebagai founder dan owner permainan ini. Ia adalah seorang miliarder sukses di bidang teknologi dan game.

Setelah FF dipublish oleh Garena, mereka terbukti berhasil mengaplikasikan trik-trik pemasaran yang membuat game Free Fire semakin populer. Perusahan ini berperan besar dalam pembentukan kolaborasi hingga penyelenggaraan acara turnamen.

2. Sejarah Game Free Fire

Mesin grafir Unity menjadi andalan game Free Fire. Menurut mereka, platform ini memiliki tingkat pengalaman dan sumber daya yang tepat. Game ini mulai populer di amerika latin, asia dan beberapa pasar di wilayah India serta Timur Tengah.

Alur cerita Free Fire pada awalnya terdapat sekelompok orang dari latar belakang dan kasta yang berbeda. Mereka dibujuk bahkan sampai diculik dan dikumpulan secara paksa oleh organisasi yang Bernama FF ke sebuah pulau terpencil.

3. Permainan Dimulai

FF memperlakukan semua tawanan seperti kelinci percobaan. Mereka dihipnotis, cuci otak hingga terjadi kegiatan modifikasi genetik terhadap tawanan sampai mereka hilang ingatan.

Terdapat 1 karakter dengan ingatan yang sudah hilang yaitu Fragment. Pemain harus memainkan permainan untuk memulihkan ingatannya.

Dikisahkan dari sekian banyak mereka yang bertempur di pulang tersebut hanya 1 orang saja yang bisa selamat, itulah yang menjadi target pemain yang saat bermain Free Fire.

4. Perkembangan Free Fire

111 Dots Studio selaku pencipta Free Fire menyediakan fitur FF Advance Server yang selalu update dan dibuka setiap ada pembaruan aplikasi di server utama. FFserver ini berfungsi agar pemain dapat mencoba pilihan terbaru yang belum di rilis di server utama.

Pemain pun dapat ikut berkontribusi tentang kualitas permainan FF sekaligus menemukan bugs dalam game.

Free Fire memiliki server khusus di Indonesia, oleh sebab itu para player di Indonesia dapat dengan mudah mengakses game tersebut. Server ini dibuat karena tingginya pengguna akun free fire dan antusiasme para gamer tanah air untuk memainkan permain online ini.

Alasan Game Free Fire Paling Laris di Asia Selatan & Asia Tenggara

Setelah mengetahui siapa pencipta FF, sebaiknya kamu juga mengetahui beberapa alasan yang membuktikan bahwa Free Fire begitu laris dan populer di wilayah Asia.

1. Spek Minim masih Dapat Bermain Free Fire

Spek ponsel yang dibutuhkan game Free Fire termasuk ringan, sehingga membuat pemain di Asia dan Amerika Selatan sangat berminat. Dengan spek ponsel yang pas-pasan, tentunya mereka bisa dengan mudah dan lancar memainkan permainan tersebut.

Berbanding terbalik dengan games saingan serupa yaitu PUBG dan Fortnite yang membutuhkan spek cukup besar. Selain itu, PUBG Mobile yang cukup populer di India mulai di banned dan membuat Free Fire leluasa mencapai kepopulerannya.

Spek HP yang tidak terlalu tinggi ini kerap kali menjadikan FF sebagai bahan olokan pemain game lain. Yang paling mudah diingat adalah julukan game burik, pasti kamu sudah akrab dengan kata tersebut kan?

2. Informasi Iklan dan Promosi Besar-besaran

Sebagai game populer, tentunya banyak sekali iklan yang dapat meningkatkan ketertarikan para gamers untuk memainkan game tersebut. Ditambah lagi, promo besar-besaran di awal juga membuat FF lebih cepat dikenal oleh masyarakat dunia, termasuk non-gamer.

Selain melakukan promosi lewat iklan resmi, pihak FF membiarkan produk mereka banyak diperbincangkan lewat meme di media sosial. Hasilnya, hampir semua usia produktif di Asia dan Amerika Selatan mengetahui game ini, baik hanya namanya, atau ikut memainkan.

3. Model Gameplay Dibuat Umum

Free Fire memang mudah dimainkan karena tampilan gameplay yang sangat kasual membuat game ini bisa dimainkan oleh siapapun. Ini adalah nilai lebih yang menjadikan FF sangat laris dan populer.

4. Imbalan Point yang Besar Dalam Permain

Free Fire menerapkan monetisasi elemen RPG yang membuat pemain dapat memperoleh imbalan yang cukup besar bahkan terlalu besar saat membeli season pass. Terdapat fitur Luck Royale/Gacha yang memungkinkan pemain mendapat mata uang gratisan.

5. Merangkul Komunitas Lokal

Terdapat kanal-kanal media sosial tentang Free Fire yang berbeda disetiap negara. Mereka memanfaatkan platform ini agar bisa lebih intens merangkul komunitas lokal dalam mengembangkan permainan tersebut.

Penutup

siapa yang menciptakan game free fire

FF merupakan sebuah pencapaian yang fantastis bagi 111 dots Studio dan Garena yang telah mempopulerkan game tersebut, dengan beberapa strategi yang mereka gunakan.

Free Fire telah membuktikan bahwa game dapat dimainkan oleh semua orang, tidak memandang spesifikasi ponsel yang mereka punya, bahkan dengan spesifikasi ponsel yang minim pun, free fire dapat dimainkan tanpa kendala.

Oleh sebab itu Free Fire disukai oleh berbagai kalangan. Bahkan pada tahun 2020 ketika wabah pandemi Covid-19 mulai menyebar luas, Free Fire terus berkembang pesat. Di Tahun 2020 lalu Free Fire mampu mendapatkan penghasilan sebesar 716,2 Juta USD.

Dari ulasan lengkap tersebut, sekarang sudah tidak penasaran lagi kan dengan pertanyaan siapa pencipta dan pembuat game Free Fire?

Rate this post

Leave a Comment